Struktur organisasi program studi Ilmu Tanha dirancang dalam mendukung kelancaran pengelolaan akademik dan administrasi secara terkoordinasi. Dalam sistem kelembagaan Universitas, program studi ilmu tanah berada dibawah naungan Fakultas Pertanian dan bertanggung jawab kepada pimpinan fakultas maupun universitas. Koordinator program studi memiliki peranan utama dalam mengarahkan pelaksanaan kegiatan pendidikan, pengembangan kurikulum, penelitian, hingga pembinaan mahasiswa agar seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan standar mutu pendidikan tinggi.
Dalam menunjang proses akademik, program studi didukung oleh beberapa unit pelaksana dan tenaga pendukung akademik, seperti Komisi pendidikan dan bimbingan skripsi untuk mengatur pelaksanaan tugas akhir mahasiswa. Komisi magang membantu pelaksanaan kegiatan praktik lapang sebagai penguatan kompetensi mahasiswa. Selain itu, Dosen wali berperan dalam memberikan pendampingan akademik agar mahasiswa mampu menjalani proses studi secara optimal. Bidang administrasi dan pengembangan keilmuan, program studi didukung oleh tenaga administrasi serta kelompok riset yang berkontribusi dalam pengelolaan kegiatan ilmiah dan penelitian.
Kegiatan pembelajaran praktik diperkuat melalui keberadaan laboratorium dan fasilitas pendukung, seperti Laboratorium Pedoklimat dan Sumber Daya Lahan, Laboratorium Kesuburan dan Kesehatan Tanah, serta Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah. Mahasiswa juga memiliki ruang pengembangan diri melalui organisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HIMAHITA). HIMAHITA menjadi wadah mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, serta pengembangan minat dan bakat di bidang Ilmu Tanah. Hubungan yang sinergis antara pimpinan, dosen, laboratorium, tenaga pendidikan, dan mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang produktif serta menghasilkan lulusan yang berkualitas, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.